We Are Designers Contacts
acuityhub
What We Found
Perilaku masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan cepat saji (Bagian 2)

Pada bulan Mei 2019, Herbalife merilis hasil survey yang menunjukkan pola sarapan dan pilihan sarapan favorit masyarakat Indonesia. Hasilnya, telur dan susu menjadi pilihan kebanyakan masyarakat Indonesia sebagai menu sarapan. Survey tersebut juga menjelaskan kesadaran masyarakat akan pentingnya sarapan sebelum mulai beraktivitas.

 

Konon awalnya masyarakat dunia terbiasa makan hanya satu kali dalam sehari pada tengah hari, namun kebiasan tersebut berubah seiring dengan masyarakat yang mulai beranjak lebih modern. Modernisasi ini menandai perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama setelah terjadi revolusi industri pada abad ke 19 di Inggris yang memunculkan kaum modern. Modernitas sendiri tergambar dengan berubahnya sistem hidup masyarakat yang lebih tertata dan memiliki pola hidup yang teratur.

 

Pada perkembangannya sarapan dan kebiasan makan juga berubah seiring dengan pola jam kerja yang ditetapkan pada masing masing wilayah di dunia. Dewasa ini banyak pekerja di Indonesia yang telah terbiasa dengan pola 8 jam kerja sehari. Pola kerja tersebut menuntut asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan harian, sehingga banyak masyarakat yang memilih pola makan 3 kali sehari, 2 kali sehari ataupun pola makan harian lainnya. Makanan yang dikonsumsi juga beragam, mulai dari makanan yang dibuat sendiri (homemade), catering, atau makanan cepat saji (fast food).

 

Secara khusus, AcuityHub melakukan survey terkait dengan kebiasan mengkonsumsi fast food di 5 kota besar di Indonesia pada hari kerja. Survey ini dilakukan terhadap 400 responden melingkupi 5 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Denpasar. Survey bertujuan untuk mengetahui kapan biasanya masyarakat mengkonsumsi fast food dan menggambarkan polarisasi konsumsi fast food di setiap wilayah survey.

 

Pada survey ini terlihat 2% responden memilih fast food sebagai pilihan sarapan, kebanyakan respoden yang memilih fast food sebagai menu sarapan berasal dari Jakarta sebanyak 4,8% dan Makassar dengan 2,6%.

 

Sementara itu pada waktu makan siang terdapat 28,2% responden yang memilih fast food sebagai menu yang dikonsumi. Rinciannya, Medan mendominasi dengan 48,8%, diikuti Denpasar dengan 31,4% dan 27,4% responden berasal dari Jakarta.

 

Jika Jakarta selalu masuk kedalam kota dengan konsumsi fast food cukup tinggi di waktu sarapan dan makan siang, ternyata untuk makan malam tingkat konsumsi fast food di 3 kota besar yaitu Surabaya, Makassar dan Denpasar lebih tinggi dibandingan Jakarta. Survey kebiasan mengkonsumsi fast food yang dilakukan AcuityHub ini memunculkan 69,9% responden memilih fast food sebagai menu makan malam. Surabaya menjadi wilayah tertinggi dengan 78,8% lalu Makassar dengan 73,7% dan Denpasar dengan 68,6%.

 

Lalu bagaimana kebiasaan konsumsi fast food di akhir pekan? Kami akan mengupas pada artikel selanjutnya.